1. Kelp

Kelp
Kelp adalah rumput laut yang kaya akan nutrisi. Tanaman ini masuk
dalam keluarga algae dan membutuhkan temperatur antara 6 hingga 14
derajat celcius untuk bisa tumbuh. Pertumbuhan Kelp terbilang cukup
cepat dan telah dimanfaatkan oleh banyak organisme lain sebagai tempat
berkembang biak.
Selain itu peneltian menunjukkan bahwa kelp bisa dimanfaatkan sebagai
sumber energi terbarukan dan tidak memerlukan irigasi. Namun sayang,
polusi dan perubahan lingkungan membuat tanaman ini kian langka.
2. Posidonia

Posidonia
Posidonia biasanya ditemukan di laut Mediterania dan Australia dan
diketahui setidaknya memiliki sembilan varietas berbeda. Tanaman ini
hanya bisa tumbuh di perairan higienis dan keberadaan mereka menandakan
bahwa perairan tersebut
amat bersih serta bebas polusi. Posidonia merupakan bahan dasar dari beberapa produk seperti chalkones dan flavonols.
3.Milfoils

Milfoils
Milfoils atau Myrophyllum merupakan genus yang terdiri dari sekitar
69 tanaman air. Bentuk daunnya yang menyerupai bulu burung membuat
tanaman ini kerap digunakan untuk mendekorasi akuarium hias. Tanaman ini
mampu mengurangi kadar oksigen di perairan dalam, selain itu mereka
juga meningkatkan level sedimentasi dan menjadi tempat favorit para
nyamuk untuk berkembang biak.
4. Hyacinth

Hyacinth
Hyancinth terlihat amat indah dengan warna ungu atau biru yang
terang, namun tanaman ini termasuk jenis yang mengganggu. Mereka
termasuk dalam keluarga Pontederiaceae. Mereka menyebar di bawah air
dengan mudah dan menyerap oksigen yang terkandung di dalam air, sehingga
mencegah tanaman lain berkembang dengan baik. Tanaman ini sering
dimanfaatkan untuk membuat obat, tali, furnitur, dan bahkan ada yang
menggunakannya sebagai
bahan makanan.
5. Waterwheel
Waterwheel atau Aldrovanda merupakan genus dari tanaman karnivora
yang ada di perairan. Mereka tidak memiliki akar dan hanya mengambang di
air. Nama Aldrovanda diberikan untuk menghormati ahli botani Ulisse
Aldrovandi, yang juga merupakan pendiri taman botani di Bologna. Mereka
menjebak spesies tertentu dengan cara yang sama seperti Venus Flytrap,
jadi sebaiknya kita berhati-hati jika bertemu dengan tanaman ini suatu
saat nanti.
6. Anubias

Anubias
Anubias merupakan genus tanaman air yang bisa ditemukan di daerah
perairan atau rawa-rawa. Ada banyak orang menggunakannya sebagai tanaman
hias di kolam atau akuarium.
Tanaman
ini akan tumbuh dengan baik ketika ia berada di bawah permukaan air,
mengingat mereka hanya bisa mentolerir sinar matahari dengan jumlah
terbatas. Anubias diberi nama sesuai dengan dewa Mesir kuno, Anubis,
karena tanaman ini hanya bisa tumbuh di area gelap. Tanaman yang hidup
di air ini biasanya ditemukan di daerah Afrika Barat.
7. Yellow Floating Heart

Yellow Floating Heart
Yellow Floating Heart juga dikenal dengan nama Nymphoides peltata.
Tanaman satu ini memiliki bentuk mirip bunga lili. Warna bunga tanaman
ini biasanya
putih dan
kuning.
Keindahan Nymphoides membuatnya mendapatkan tempat khusus di hati para
penggemar tanaman hias. Kamu bisa menemukannya di sebagian besar wilayah
Eropa dan juga Amerika Serikat. Namun demikian, Washington melarang
penjualan tanaman ini sejak tahun 2001, usai diidentifikasi sebagai
tanaman beracun.
8. Cabomba

Cabomba
Cabomba biasa digunakan sebagai tanaman hias atau tanaman yang bisa
menghasilkan oksigen di dalam akuarium. Cabomba merah dan Cabomba hijau
merupakan spesies yang paling populer. Sementara varian
warna hijau juga menjadi tanaman khas yang bakal sering kamu temui jika mengunjungi kawasan Australia.
9. Caltrops

Caltrops
Tanaman air satu ini mengapung di atas permukaan air dan memiliki
buah yang bisa dimakan.
Di India, tanaman ini dinamakan Singhara dan seringkali dimakan secara
mentah atau direbus terlebih dahulu, sementara buahnya dikeringkan dan
digunakan membuat tepung Singhara, bahan ritual dan pangan khas India.
Sementara di awal zaman Dinasti Zou di Tiongkok, buah tanaman ini kerap
digunakan sebagai persembahan untuk para dewa.
10. Cape Pond

Cape Pond
Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan dan Mpumalanga ini sering
digunakan di taman air dan akuarium. Namun menariknya, tanaman satu ini
memiliki nama ilmiah unik, yakni Aponogeton distachyos atau bisa disebut
dengan Orangutan pistachios! Selain itu, tanaman ini memiliki bunga
yang bisa dimakan dan kerap digunakan dalam masakan khas Afrika Selatan,
Waterblommetjiebredie. Nama yang cukup sulit, namun sepertinya menarik
juga untuk dicoba.
0 komentar:
Posting Komentar