RSS
Container Icon

MENGENAL BEBERAPA JENIS TUMBUHAN SAGU


Maluku khususnya Pulau Seram memiliki potensi sagu yang cukup besar, dan sejak zaman dulu dekenal sebagai makanan pokok bahkan sebagian besar hasil  tanaman ini telah dimanfaatkan untuk berbagi jenis hasil olahan.
Di Indonesia dan juga di Pulau Seram terdapat 5 spesies tumbuhan sagu yang telah diindentifikasi ciri-cirinya yakni  :
1. Metroxilon rumphii Martius (sagu tuni) Tinggi batang berkisar dari     10-15 meter, bahkan mencapai 18 meter atau lebih. Memiliki tebal kulit sekitar  2-3 cm. Kulit pada bagian pangkal lebih tebal dibandingkan dengan ketebalan kulit pada bagian tengah dan bagian ujung. Diameter pada bagian pangkal sampai ujung batang hampir sama, kecuali pada bagian dasar pangkal karena perakarannya yang dangkal. Daun berwarna hijau tua, panjang tangkai (pelepah) daun sekitar 5-7 meter. Tangkai daun berduri pada bagian pangkal sampai ujung, duri terdapat pula pada pinggir daun. Duri pada tangkai daun berukuran 1-4 cm, pada stadia anakan durinya sangat banyak dan rapat. Setiap tangkai daun terdiri dari 100-200 anak daun yang panjangnya 80-120 cm dan lebar 5-10 cm. Memiliki sistem perakaran yang dangkal dan banyak terubusnya. Berat batang pada umur panen lebih dari satu ton. Empulurnya lunak dan sedikit mengandung serat sehingga mudah ditokok. Kadar empulur mencapai 82% dari berat batang dengan kandungan aci/tepung sekitar 20%. Tepung berwarna puting dan enak rasanya. Setiap pohon dapat menghasilkan 170-500 kg tepung kering. Spesies ini merupakan sagu paling besar ukurannya dibandingkan dengan jenis lainnya.

2. Metroxylon sagus Rottbal (sagu molat). Tinggi batang berkisar dari 10-14 meter, diameter sekitar 40-60 cm, berat batang dapat mencapai 1.2 ton atau lebih. Tangkai daun tidak berduri, ujung daun panjang meruncing, letak daun berjauhan, panjang tangkai daun sekitar 4.5 meter, panjang lembar daun sekitar 1.5 meter dan lebar kira-kira 7 cm. Memiliki bunga majemuk berwarna sawomatang kemerah-merahan. Empular lunak dan berwarna putih. Berat empular sekitar 80% dari berat batang, kandungan aci sekitar 18%. Setiap pohon dapat menghasilkan aci basah sekitar 800 kg atau sekitar 200 kg aci kering.
3. Metroxylon Sylvester Martius (sagu ihur). Tinggi batang berkisar dari   12-16 meter, bahkan dapat mencapai 20 meter. Diameter batang sekitar 60 cm, berat batang sekitar 1.2 ton. Tebal kulit berkisar 1-3 cm. Panjang tangkai (pelepah) daun sekitar 4-6 meter. Daun berwarna hijau tua, memiliki tulang daun yang lunak, dan ujungnya membengkok ke bawah. Pada sekitar pelepah dan sepanjang tangkai daun terdapat duri dengan panjang sekitar 1-5 cm. Empular agak keras, mengandung banyak serat dan berwarnah kemerah-merahan, sehingga aci yang dihasilkan akan berwarna kemerah-merahan pula. Berat empular sekitar 18% dari berat batang dengan kandungan aci sekitar     17-18 %. Dari setiap pohon dapat menghasilan sekitar 150 kg aci kering
4. Metroxylon logispinum Martius (sagu makanaru)  Tinggi batang sekitar 12-15 meter, diameter sekitar 50 cm. Berat batang sekitar satu ton dan kandungan empular mencapai 80% dari berat batang. Tangkai daun pendek  berkisar antara 4-6 cm dan berduri banyak. Anak daun kecil-kecil dengan panjang sekitar 80-120 cm. Pinggir daun penuh duri. Kandungan aci sagu dalam empular sekitar 200 kg per pohon, dan rasanya kurang enak. Kandungan aci sagu dalam empular sekitar 200 kg per pohon.
5. Metroxylo microcanthum Martius (sagu duri rotan)  Tinggi batang sekitar 8 meter dengan diameter sekitar 40 cm.  Produksi aci dalam setiap pohon hampir sama dengan M. Sylvester Mart. Empular tidak cepat mengalami fermetasi atau pengasaman, sehingga tidak cepat busuk setelah dipanen. (J.H)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar